IPA KELAS 6 "PERKEMBANGBIAKAN PADA HEWAN (vegetatif dan generatif)"
Perkembangbiakan Hewan merupakan salah satu
karakteristik dasar yang dimiliki hewan sebagai makhluk hidup. Perkembangbiakan
ini perlu dilakukan oleh hewan untuk terhindar dari kepunahan.
Pada dasarnya, terdapat dua cara perkembangbiakan hewan, yaitu generatif
(seksual) dan vegetatif (aseksual). Nah, ingin tahu
lebih banyak tentang ciri-ciri perkembangbiakan generatif dan vegetatif? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.
Perkembangan
Vegetatif
Cara
perkembangbiakan hewan selanjutnya adalah vegetatif atau aseksual.
Perkembangbiakan ini terjadi tanpa adanya perkawinan. Pada umumnya,
perkembangbiakan vegetatif terjadi pada hewan tingkat rendah. Hewan tingkat
rendah yang dimaksud memiliki struktur tubuh yang tidak sempurna. Adapun ada
tiga cara perkembangbiakan vegetatif, yaitu tunas, fragmentasi, dan membelah
diri.
· Tunas
Tunas kecil akan muncul pada tubuh induk hewan.
Ketika sudah cukup umur, tunas tersebut akan berpisah dengan tubuh induknya dan
akan membentuk individu baru. Contoh hewan yang berkembang biak dengan tunas
adalah Poryfera dan Hydra.
·
Fragmentasi
Fragmentasi adalah cara hewan berkembang biak
dengan memotong atau memutuskan bagian tubuhnya. Contoh hewan yang
berkembangbiak dengan cara ini adalah Planaria dan beberapa jenis cacing.
· Membelah diri
Perkembangbiakan secara membelah diri dilakukan
oleh hewan bersel satu seperti amoeba. Cara induk hewan membelah diri adalah
dengan membagi tubuhnya menjadi dua bagian sama besar. Ukuran hewan amoeba
sangat kecil sehingga hanya bisa dilihat dengan menggunakan mikroskop saja.
Perkembangbiakan
Generatif
Perkembangbiakan
generatif atau bisa disebut dengan perkembangbiakan seksual terjadi jika sel
kelamin jantan (spermatozoid) bertemu dengan sel kelamin betina (sel telur).
Perkembangbiakan generatif dibagi menjadi tiga jenis, yaitu ovipar, vivipar,
dan ovovivipar.
· Ovipar (Bertelur)
Ovipar merupakan perkembangbiakan dengan cara
bertelur. Perkembangbiakan ini biasanya dilakukan oleh unggas dan reptil.
Setelah terjadi pembuahan, embrio yang dihasilkan akan tumbuh dan berkembang di
dalam cangkang telur. Embrio tersebut mendapatkan nutrisi dan cadangan makanan
dari dalam telur yang akan dikeluarkan dari tubuh induknya. Sehingga, embrio
hewan ovipar berkembang di dalam telur yang berada di luar tubuh induknya.
Beberapa ciri hewan ovipar yaitu tidak memiliki kelenjar susu dan tidak
memiliki daun telinga. Contoh hewan ovipar atau bertelur adalah ayam, bebek,
dan angsa.
· Vivipar (Melahirkan)
Vivipar merupakan perkembangbiakan yang
dilakukan dengan cara melahirkan. Setelah terjadi pembuahan, embrio akan tumbuh
dan berkembang di dalam rahim induk betina. Selama di dalam kandungan, embrio
tersebut mendapatkan nutrisi dari makanan yang dimakan oleh induknya melalui
plasenta. Beberapa ciri hewan vivipar yaitu memiliki kelenjar susu, memiliki
daun telinga, dan tubuh dilindungi rambut. Contoh hewan melahirkan adalah
kucing, anjing, dan singa.
· Ovovivipar (Bertelur dan Melahirkan)
Ovovivipar merupakan kombinasi dari dua cara
perkembangbiakan yang telah dibahas sebelumnya, yakni ovipar dan vivipar. Pada
perkembangbiakan secara ovovivipar, setelah terjadi pembuahan, embrio yang
dihasilkan akan tumbuh dan berkembang di dalam telur. Sekilas memang terdengar
mirip ovipar. Tapi, pada ovovivipar, telur tersebut tidak akan dikeluarkan dari
tubuh induknya, melainkan akan tetap berada di dalam tubuh induknya sampai
menetas. Setelah menetas, barulah calon anak tersebut akan dilahirkan oleh
induk betinanya. Jumlah hewan yang berkembangbiak secara ovovivipar tidak
sebanyak hewan yang berkembangbiak secara ovipar dan vivipar. Beberapa contoh
hewan ovovivipar di antaranya adalah platypus, kuda laut, beberapa spesies hiu,
dan iguana.

.webp)
Komentar
Posting Komentar